5 Penyebab Slot USB pada Laptop Tidak Berfungsi

Gambar: drlaptop
Berbicara mengenai komponen elektronik dalam laptop seperti tersedianya port untuk USB, kita harus lebih mengerti dalam masalah perawatan dan pengoperasiannya. Kenapa demikian ? Bukan hanya manusia, komputer / laptop sendiri memiliki berbagai sistem kerja layaknya makhluk hidup. Semisal terdapatnya sistem operasi yang harus dijalankan dengan benar, Sementara komputer juga memiliki processor yang biasa disebut sebagai otak dari sebuah Central Processing Unit “ CPU ”. Selain itu di dalam sebuah CPU juga terdapat power supply sebagai jantung, bertugas untuk menyuplai tegangan ke seluruh bagian komponen.

Lantas bagaimana dengan Port USB pada laptop ? fungsinya yaitu sebagai mediator data eksternal seperti falsh disk agar dapat terbaca oleh laptop. Kalau sampai slot USB rusak atau tidak berfungsi, secara otomatis laptop tidak dapat membaca isi flash disk. Sebenarnya masalah ini sudah sering terjadi pada kita yang memiliki laptop, namun kita sendiri sering beranggapan bahwa itu karena Windows atau driver-nya yang bermasalah. Padahal tidak hanya itu, masih banyak lagi faktor penyebab Slot USB rusak secara tiba - tiba. Karena itu, sudah menjadi rutinitas para teknisi perangkat keras dalam mengatasi hal yang bersangkutan dengan kerusakan perangkat keras komputer tersebut. Ada baiknya jika kita juga mengetahui penyebab port USB yang bermasalah.

Berikut penyebab yang sering terjadi jika port USB tidak dapat membaca isi dari drive eksternal :

1. Driver Tidak Terpasang Benar
Driver merupakan salah satu program terpenting yang dipasang pada laptop atau komputer pada saat instalasi Windows baru. Fungsi dari driver adalah untuk memperkenalkan perangkat keras di laptop kita ke sistem operasi yang digunakan. Sehingga perangkat keras akan mampu bekerja dengan maksimal tanpa ada gangguan lain. Untuk memasang driver komputer tersebut, pertama ketahuilah sistem operasi yang digunakan dan nama hardware-nya. Kalau bagian Port USB–nya bermasalah, maka instalkan driver yang kompatibel dengannya.

2. Port USB Longgar, Patah atau Rusak
Pasti tidak sedikit di antara kita yang mengalami masalah kerusakan fisik pada port USB. Hal utama penyebab kerusakan fisik port USB seperti patah, longgar, adalah penggunaan Flash Disk yang salah dan tidak sesuai dengan anjuran standar safety. Contoh saat kita menancapkan flash disk dengan terburu-buru, atau bisa juga karena tidak sengaja tersenggol. Sebenarnya masalah ini dapat diatasi dengan mudah, hanya saja butuh waktu lebih lama untuk mengevakuasi jalur tertentu.

3. Seting USB Port pada BIOS
Tidak sesuai dalam pengaturan BIOS juga akan menyebabkan hilangnya fungsi pada port USB. Nah, disini ada pertanyaan umum yang sering dilontarkan, yakni kenapa setingan BIOS bisa berubah dengan sendirinya –sehingga menyebabkan Port USB tidak berfungsi. Dalam sebuah laptop terdapat baterai cmos yang bekerja untuk menjalankan sistem BIOS di saat komputer sedang mati. Jika baterai tersebut habis, maka sistem BIOS akan berjalan pada saat komputer sedang menyala saja. Sebab itulah kita perlu untuk mengatur ulang BIOS dan juga sistem waktunya. Untuk mengatasi hal tersebut, kita harus mengganti baterai BIOS / CMOS dengan yang baru agar BIOS dapat kembali bekerja dengan semestinya.

4. Jalur Data USB pada PCB Putus atau Korosi
Penyebab utama jalur korosi adalah debu. Fan Processor yang berada di dalam laptop memiliki satu jenis yaitu Intake. Pada saat laptop menyala, fan intake akan menghirup udara dari bawah laptop, saat itulah udara masuk bercampur dengan debu kemudian menyebar secara perlahan ke setiap komponen laptop, termasuk slot USB. Bila dibiarkan semakin lama, dapat mengakibatkan jalur pada laptop itu sendiri kotor, jamuran dan akhirnya menjadi korosi.

5. Disable USB Selective Suspend
Konsumsi daya atau current memang berpengaruh besar terhadap daya tahan baterai. Disini biasanya laptop yang memiliki konsumsi daya paling besar, akan memiliki kelemahan tersendiri seperti baterai cepat habis. Namun kadang banyak juga yang mengatur agar daya tahan baterai lebih lama, seperti meminimalkan kontras LCD atau mengaktifkan fitur USB selective suspend. Sayangnya, demikian sangat berpengaruh besar terhadap daya yang digunakan untuk menyuplai tegangan pada Flash Disk atau Hard Disk eksternal. Akibatnya Flash Disk tidak bisa bekerja dengan baik.
Ditulis Oleh : Arbamedia  /  Adi. K

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel